Kamis, 15 Desember 2011

24 wajah billy!

enjoy it!


24 Wajah Billy


Kepribadian Majemuk atau bahasa kerennya MPD/DID (Multiple Personality Disorder / Dissociative Identity Disorder), mestinya pernah denger kan istilah itu? Tentang orang yang kadang berubah-ubah kepribadiannya. Sesaat baik tapi disaat lain berubah jadi jahat. Fenomena ini kayaknya sering diangkat jadi tema di film ato cerita fiksi. Yang paling terkenal mungkin ya cerita "Dr. Jekyll and Mr. Hyde". Terus ada juga film "Nutty Professor" yang ceritanya mirip2. Tapi di cerita2 ini, orang2 itu bisa berubah kepribadian karena pengaruh meminum campuran bahan kimia tertentu, ato karena pake topeng ajaib seperti "The Mask". Bukan karena adanya gangguan mental.

Nha yang lagi mau aku bahas disini adalah kepribadian majemuk karena gangguan mental. Kebetulan baru baca buku yang menceritakan kisah nyata seseorang yang memiliki kepribadian majemuk. Bukunya berjudul "24 Wajah Billy". Sebelumnya buku ini muncul, sudah pernah ada buku serupa tentang kisah nyata dari "Sybill" yang berkepribadian 16. Mungkin banyak yang udah baca "Sybill, tapi aku belum. Jadi nggak bisa mbandingin.

Kisah Billy Milligan

Buku ini bercerita tentang Billy Milligan yang ditangkap polisi di Ohio karena dituduh melakukan penodongan dan pemerkosaan terhadap tiga orang wanita. Dalam pemeriksaan ditemukan ternyata si Billy ini memiliki kepribadian majemuk. Atas rekomendasi beberapa psikiater termasuk psikiater yang pernah menangani Sybill, Billy dinyatakan memerlukan perawatan untuk menstabilkan pribadinya. Hakim pun memutuskan Billy tidak cukup waras untuk disidang dan mengirimnya ke rumah sakit mental dengan pengawasan.

Atas ketelatenan Dr. Caul, Billy pelan2 mulai bisa memahami dirinya dan setiap karakternya mau bekerja sama dengan Dr. Caul dalam terapi2 yang diberikan. Dan dalam satu kondisi yang mendukung Billy akhirnya mampu membuat satu karakter baru yang merupakan penyatuan seluruh karakter yang ada di dirinya. Tapi karakter penyatuan ini masih timbul tenggelam, tidak bisa seterusnya menguasai diri Billy.

Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap Billy sebagai penjahat kambuhan yang berbahaya. Menurut mereka penjahat seperti Billy tidak seharusnya mendapat fasiltas dan kebebasan seperti yang diberikan rumah sakit tempat Billy dirawat. Media massa lokal dengan gencar memberitakan ketidakadilan dan ketakutan yang dihadapi masyarakat. Bahkan seorang senator juga memanfaatkan isu Billy untuk meraih simpati masyarakat.

Tudingan dan hujatan itu pun sampai ke telinga Billy dan membuatnya depresi. Dalam keadaan depresi, Billy tidak mampu lagi memunculkan "Sang Guru" karakter utuhnya untuk mengendalikan pikiran dan tubuhnya. Apalagi saat disidang kembali Hakim memutuskan Billy harus dikirim ke rumah sakit mental yang pengawasannya seketat penjara. Dan kenyataannya rumah sakit itu lebih mirip kamp konsentrasi. Billy pun kembali hancur kepribadiannya.

Memang kisah Billy tidak happy ending seperti Sybill, katanya yang sudah baca akhirnya mampu menyatu kembali dengan sukses setelah melalui proses selama sepuluhan tahun. Yang membedakan Billy dari Sybill, dan yang kemudian menjadikan Billy tidak bisa mencapai penyatuan secara utuh seperti Sybill, adalah Billy telah melakukan perbuatan kriminal yang membuat masyarakat membencinya. Dan kemudian masyarakat membuat keputusan Billy tidak layak untuk hidup normal.

Ajaibnya Kepribadian Majemuk

Sebenarnya jarang banget ditemuin kasus kepribadian majemuk ini. Tapi karena kasus ini menciptakan suatu kisah yang kompleks dan dramatis, jadinya banyak orang terinspirasi untuk mengangkat kasus ini sebagai sebuah cerita.

Sulit mbayangin, bagaimana di satu tubuh bisa terpecah-pecah menjadi banyak karakter. Masing-masing karakter itu punya sifat-sifat unik yang berbeda-beda. Masing2 juga bisa punya keahlian dan ketrampilan sendiri yang tidak dimiliki karakter yang lain. Di dalam tubuh Billy, ada Arthur yang cerdas dan analitis, ada Ragen yang temperamental dan kuat fisiknya, ada Allen yang pandai berbicara, ada Tommy yang trampil dalam banyak keahlian. Masing-masing kemampuan itu hanya dimiliki oleh karakter yang bersangkutan. Ketika Tommy berada di "ruang utama" jangan suruh dia berbicara banyak seperti Allen, karena Tommy cenderung antisosial.

Dalam tubuh Billy juga ada karakter anak-anak, Danny, David, dan Christene. Mereka muncul jika Billy merasa tak berdaya. Dan yang mengejutkan lagi, ada karakter wanita dalam tubuh Billy. April dan Adalana. Bahkan Adalana adalah karakter yang bertanggung jawab atas pemerkosaan yang dilakukan Billy. Karena Adalana adalah seorang lesbian yang haus cinta.... Rumit banget dah..

Masing-masing karakter ini memiliki memori mereka sendiri2. Pada awalnya masing2 tidak pernah tahu apa yang terjadi ketika Billy dikuasai oleh karakter yang lain. Sehingga masing2 karakter itu sering merasa kehilangan waktu, karena si karakter baru sadar kembali ketika dia punya kesempatan untuk memasuki "ruang utama" lagi.

Arthur pernah memutuskan untuk pergi ke kampung halamannya di Inggris selama beberapa hari. Apa daya ketika sudah di Inggris, Arthur kehilangan tempat utama. Saat karakter lain mengambil posisi, diapun bingung kenapa bisa berada di Inggris. Dengan segera memutuskan untuk kembali ke US. Arthur baru kembali menguasai "ruang utama" saat sudah berada di apartemennya, dan ketika tahu ternyata dia tidak di Inggris lagi Arthurpun marah besar... Semacam itulah kerumitannya...

Yang agak aneh, masing2 karakter ini seolah mempunyai kehidupan masa lalu nya sendiri2. Arthur mengatakan kalo dia orang Inggris, dan cara berbicaranya pun sangat kental dengan logat Inggris. Padahal Billy belum pernah sama sekali ke Inggris. Bahkan Ragen, mengaku kalo dia adalah orang Serbo-Kroasia dan bisa dengan lancar berbahasa Serbo-Kroasia... dari mana Billy mempelajari bahasa itu? Bahasa kan harus dipelajari sedikit demi sedikit, dan bukan suatu ilmu yang tertanam sejak bayi... Entahlah, kenyataannya seperti itu.

Kekerasan Semasa Anak-anak

Mungkin dari awal Billy memang sudah punya bakat untuk memiliki kepribadian majemuk. Sang Guru menceritakan kalau Christene telah muncul sejak Billy masih kanak-kanak. Shawn yang tuli juga telah mengambil sebagian masa-masa Billy sebagai anak-anak.

Tapi Billy menjadi hancur berkeping-keping menjadi 23 pecahan (kecuali Sang Guru yang baru mewujud setelah di dalam perawatan) dipicu oleh kekejaman ayah tirinya semasa Billy delapan tahunan. Billy sering disiksa di gudang oleh ayah tirinya. Puncaknya adalah ketika Billy dikubur hidup2 oleh ayah tirinya. Mungkin karena tidak mau merasakan segala kepahitan itu, karakter asli Billy pergi meninggalkan pikirannya dan karakter lainnya pun bermunculan untuk mengisi kekosongan.

Kekerasan selama masa kanak-kanak memang seringkali bisa menciptakan bekas kejiwaan yang mendalam. Anak-anak yang tidak tahu mengapa mereka harus mengalami perlakukan seburuk itu, sebagian akan menyimpan ketakutan berupa trauma, sebagian lain menyimpan dendam dan ikut berperilaku buruk, sebagian lagi melarikan diri mencari tempat aman. Billy tampaknya melarikan diri dari perlakuan buruk ayahnya dengan pergi dari alam sadarnya. Sybill kabarnya juga mengalami hal yang serupa, setelah dia sering disiksa oleh ibunya di masa kecilnya. Pantaslah kalo banyak pihak menyerukan penghentian kekerasan terhadap anak-anak. Karena memang efeknya bisa sangat merusak masa depan anak yang menjadi korban kekerasan itu.

Entah apa yang dipikirkan oleh para penyiksa anak-anak itu. Apakah mereka itu melihat kelemahan anak-anak sebagai sasaran empuk untuk menyalurkan dorongan sadisme mereka ya? Yang jelas orang-orang itu pastilah juga memiliki gangguan kejiwaan di diri mereka sendiri. Orang yang sadar dan mampu menguasai diri tidak akan tega menyiksa anak2 yang tidak berdaya.

Penguasaan Diri

Kalo dipikir-pikir, sebenarnya kita sendiri juga pernah merasakan perubahan karakter dalam diri kita. Kalo lagi marah banget, kadang terasa kita ini seperti bukan lagi diri kita yang biasanya. Dalam keadaan marah seperti itu, biasanya kita kehilangan rasionalitas. Di kondisi sedih, kita juga bisa berubah jadi orang yang lemah tak berdaya. Tapi kalo lagi kondisi jatuh cinta, orang pun akan bisa berubah menjadi ceria berbunga-bunga sejuta rasanya...

Bedanya perubahan karakter seperti itu dengan perubahan karakter pada orang dengan kasus kepribadian majemuk adalah setiap karakter kita tetaplah mewakili kita. Pada saat kita berubah karakter, kita tetap sadar sebagai diri kita dan tidak kehilangan memori. Sedangkan pada orang berkepribadian majemuk, setiap karakter itu berdiri sendiri2. Bahkan setiap karakter Billy mempunyai nama masing2.

Yang menarik, Billy dibawah kepemimpinan karakter Arthur bisa mengatur dan menentukan karakter mana yang boleh dan tidak boleh memasuki "ruang utama". Sejumlah karakter telah di-black-list oleh Arthur dan tidak diperkenankan muncul karena dianggap hanya akan menimbulkan masalah. Bahkan karakter asli Billy termasuk karakter yang "ditidurkan", karena jika dia muncul ke ruang utama sering kali berusaha bunuh diri.

Mungkin kita yang normal ini juga tidak jauh berbeda. Pada dasarnya kita ini juga memiliki banyak karakter. Ada karakter yang kekanak2an, ada yang pemarah, ada yang super baik hati, ada yang religius, ada yang liar, ada yang kriminal. Sejalan dengan waktu dalam proses kita mematangkan diri, kita pun belajar untuk "menidurkan" karakter2 yang menurut kita tidak sepatutnya dimunculkan dalam mewujudkan image kepribadian yang ingin kita capai.

Sebagian orang menidurkan karakter liarnya dan hidup sebagai orang baik-baik. Sementara sebagian yang lain malah menghidupkan karakter liar dan hidup semaunya tanpa peduli norma. Sebagian orang menidurkan karakter pengecut dan pemalas sehingga bisa hidup penuh semangat dan perjuangan, sebagian yang lain malah menidurkan karakter pejuang sehingga menjadi orang malas tanpa semangat.

Seandainya kita tahu dan punya cara mudah bagaimana mengatur karakter2 yang ada pada diri kita, mungkin semua orang bisa menjadi pribadi2 unggulan...

Kabar Terakhir dari Billy Milligan

Billy Milligan tampaknya memang tidak cukup beruntung. Kabar terakhir disampaikan oleh Billy kepada Astraea pada musim gugur 1996.

Buku "24 Wajah Billy" ini, atau judul aslinya adalah "The Minds of Billy Milligan", telah dilanjutkan dengan buku selanjutnya berjudul "The Milligan Wars". Sayangnya buku kelanjutan ini baru diterbitkan di Jepang. Tidak diterbitkan di US karena buku ini menyerang banyak pihak di kalangan praktisi kesehatan jiwa di US.

Billy menuduh para dokter jiwa telah menjadikan pasien2nya sebagai mesin pencetak uang. Mereka tidak menginginkan pasiennya sembuh, karena jika sembuh mereka akan kehilangan sapi perahannya. Maka diciptakanlah kondisi yang malah membuat pasien2 itu semakin parah dan tergantung dengan dokter. Para dokter dan rumah sakit mental dengan seenaknya mematok biaya perawatan para pasien itu. Billy menemukan bahwa rumah sakit meminta bayaran $11.8 hanya untuk telur rebus dan secangkir susu.

Billy sendiri masih berhutang sebanyak $453,000 (!!) pada penguasa Ohio sebagai biaya perawatannya selama 11 tahun di rumah sakit mental. Billy baru bisa membayar $9,000 dari utangnya itu. Dan penguasa Ohio sedang berusaha untuk mendapatkan bagian dari hasil penjualan buku2 Billy untuk menutup utang Billy. Apalagi nanti jika film tentang Billy jadi dibuat.

Saat ini kabarnya memang sedang dibikin film yang berdasarkan kisah Billy Milligan ini. Film berjudul "The Crowded Room" telah lama direncanakan, dengan Joel Schumacher yang ditunjuk menjadi sutradaranya. Tapi tampaknya ini adalah proyek yang tidak jelas mati hidupnya. Kabar terakhir awal 2005 ini akan dimulai proses shooting, tapi hingga sekarang tidak ada kemajuan. Billy sendiri bahkan sudah sempat melatih beberapa aktor terkenal untuk memerankan dirinya, seperti Johnny Depp, Christian Slater, John Cusack, dan Leonardo diCaprio. Tapi belum ada kabar, siapa sebenarnya yang akan mengambil peran itu.

Kerumitan hidup Billy Milligan ternyata belum berakhir...

#pustaka novel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar